Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

CONTOH GEGURITAN BAHASA JAWA

  ELING LAN WASPADA     Saben nonton pawarta ing televisi Maneka warna nganti bingung anggone mikir Yen pawarta mau merak ati Pancen nentremaka lan gawe bungah Yen pawarta mau ora nggenah dadi susah   Ati iki sangsaya miris banjur ngedumel Adhuh…, adhuh jaman kok kaya ngene Paugeran kok dilanggar Nyawa ora ana regane Sipat manungsa saya kurang ajar Tega milara sapadha - padha Karana amung upa   Mula sing eling lan waspada Urip ing alam donya Luwih becik lan prayoga Padha ngugemi agama Uga miturut pranataning negara                   Magelang,   2021                               CIDRA     Bagaskara jumedhul gemuyu Kaya ngece marang aku Sing dikandhani ora nggugu Amarga keburu nafsu   Amung sacandra tekamu Ngrenggani telenging kalbu Ambabar rasa tresna Rinangkul angga myang asta   Nalika ing bangku wiyata Senadyan namung sacandra Ning aku banget percaya Kita baka

ASAL USUL PURBALINGGA

  Purbalingga adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Asal-usul nama Purbalingga memiliki beberapa versi yang berbeda. Versi pertama menceritakan bahwa pada abad ke-15, daerah Purbalingga merupakan wilayah yang dikuasai oleh seorang penguasa kecil bernama Raden Mendra Kusuma. Ia membangun sebuah pura atau tempat ibadah Hindu yang disebut dengan "pura blinga". Pura blinga ini kemudian menjadi pusat kegiatan keagamaan di daerah tersebut dan seiring berjalannya waktu, nama "pura blinga" berubah menjadi "Purbalingga". Versi kedua mengatakan bahwa asal-usul nama Purbalingga berasal dari kata "pura" yang berarti tempat suci dan "balengga" yang artinya batu besar. Konon, pada zaman dulu, di daerah tersebut terdapat sebuah batu besar yang dipercayai sebagai tempat kediaman dewa-dewa. Oleh karena itu, daerah tersebut kemudian disebut dengan nama "Purbalingga". Versi ketiga mengatakan bahwa asal-usul nama Purbalingga

ASAL USUL TEGAL

  Tegal adalah sebuah kota di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Asal-usul nama Tegal sebenarnya belum dapat dipastikan dengan pasti, namun terdapat beberapa versi yang menjadi cerita rakyat mengenai asal-usul kota Tegal. Salah satu cerita rakyat mengenai asal-usul Tegal menceritakan tentang seorang putri bernama Nyai Ageng Manis yang tinggal di sebuah desa di daerah tersebut. Konon, pada zaman dulu, daerah tersebut sering dilanda bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Untuk mengatasi bencana tersebut, Nyai Ageng Manis melakukan semedi dan memohon petunjuk dari Tuhan. Dalam kesembuhan tersebut, Nyai Ageng Manis mendapat petunjuk untuk membuat sumur di desanya. Sumur tersebut kemudian menjadi sumber air bersih yang tak pernah kering dan mampu mengatasi masalah banjir dan kekeringan yang sering terjadi di daerah tersebut. Sejak saat itu, daerah yang dikenal dengan nama "Tegel", yang dalam bahasa Jawa berarti sumur. Versi lain mengenai asal-usul Tegal menceritakan tenta

ASAL USUL PEKALONGAN

  Pekalongan adalah sebuah kota yang terletak di pantai utara Pulau Jawa, Indonesia. Menurut sejarah, Pekalongan memiliki asal-usul yang beragam. Salah satu legenda yang sering didengar mengenai asal-usul Pekalongan adalah legenda Ki Ageng Pandan Arang. Konon, pada abad ke-16, seorang raja bernama Raden Mas Said berkuasa di daerah tersebut. Ia memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Cempa. Suatu ketika, seorang pengembara bernama Ki Ageng Pandan Arang datang ke kerajaan Raden Mas Said dan jatuh cinta pada Cempa. Namun, cinta mereka tidak berjalan mulus. Ki Ageng Pandan Arang pun melakukan ritual sakti untuk membuat Cempa jatuh cinta padanya. Akibatnya, Cempa jatuh sakit dan tak lama kemudian meninggal dunia. Ki Ageng Pandan Arang dihukum mati oleh raja. Setelah kejadian itu, daerah tersebut dihantui oleh bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Para dukun dan pimpinan masyarakat setempat melakukan ritual untuk mengusir roh jahat Ki Ageng Pandan Arang dari daerah ters

SEKILAS ASAL USUL KOTA PEMALANG

Kota Pemalang dalam bahasa Jawa disebut "Kutha Pemalang" atau "Pemalang". Asal-usul nama kota ini konon berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu "Pema" dan "Alang". "Pema" berarti merah, sedangkan "Alang" berarti bunga. Konon, pada zaman dulu, daerah ini terkenal dengan bunga merah yang tumbuh di sepanjang sungai di wilayah Pemalang, sehingga daerah ini dikenal sebagai "Pema-alang" atau "Bunga Merah". Ada pula sebuah legenda yang menceritakan tentang asal-usul kota Pemalang. Konon, pada zaman dahulu, tempat ini dihuni oleh sekelompok petani yang hidup dengan sederhana. Salah satu petani yang tinggal di sana bernama Ki Gede Pemanahan. Pada suatu hari, Ki Gede Pemanahan diberkahi oleh dewa dengan sebuah benda ajaib yang dapat membuat apa pun yang diinginkannya menjadi kenyataan. Ki Gede Pemanahan meminta agar tanah di sekitar tempat tinggalnya menjadi subur dan produktif. Dewa pun mengabulkan perminta

Contoh geguritan bahasa Jawa:

 Berikut adalah beberapa contoh geguritan bahasa Jawa: "Dhalem Ing Guritan" oleh Ronggowarsito Dhalem ing guritan, ala lan kaya Katut pangrasaning prabu Sri Rama Sirna papananing negara Lanka Yen kakiwang sakratoning Hyang Widi Artinya: Dalam geguritan ini, berisi tentang keberanian dan kemurahan hati dari Prabu Sri Rama yang berhasil mengalahkan negara Lanka. Hal ini dapat terjadi karena campur tangan dari Hyang Widi. "Kakawin Sutasoma" oleh Mpu Tantular Mangkubumi ngesti wibawa luhur Sang hyang kathah ing gusti suci Nora susila, nora dharma Nora srana parama satya Artinya: Geguritan ini berisi tentang pentingnya memiliki sikap yang baik, mematuhi ajaran agama, dan berpegang pada kebenaran. "Kakawin Arjunawiwaha" oleh Mpu Kanwa Miwah titah prabu, arjunaningrat Cahya sang surya, laksmana kalatra Damar murup, rakryan ing sajati Satmata sejati, maha mukti prapti Artinya: Geguritan ini mengisahkan tentang kehidupan Arjuna dan perjuangannya untuk m